22 May, 2012

Tes semester genap = Peperangan

Hal hebat yang nggak pernah aku mengerti adalah cepatnya waktu berjalan! Tanpa aku sadari, waktu ternyata udah jalan lebih cepat daripada biasanya. Hahh, barangkali karena aku jarang melirik sang waktu. Akhirnya, aku mendengar kabar bahwa kertas-kertas itu telah bersiap menantangku, yah, mereka memilih waktu yang sangat baik 29 Mei 2012. Bukan sebuah tanggal yang buruk untuk mulai berperang dengan kertas-kertas itu. Yah, mungkin kalian akan heran, kenapa aku harus berperang dengan kertas-kertas itu? Bahkan para pejuang lainya, hanya peduli jika mereka sudah dapat membunuh kertas-kertas itu. Tapi mereka tidak berpikir bagaimana mengalahkan kertas-kertas yang berisikan tulisan-tulisan dan menang mutlak atas peperangan itu!

Aku sebut tes semesteran adalah peperangan. Kalau aku hanya menganggap ini hanyalah sebuah tes biasa, lantas apa bedanya dengan anak-anak TK yang tengah dites gurunya maju kedepan untuk bernyanyi ? Aku menyebut ini perang karena untuk menghadapi hari-hari itu tidaklah semudah seperti aku bernyanyi ketika di panggil guruku sewaktu TK. tes anak SMA jauh lebih dasyat dibandingkan perang dunia II. Butuh bekal yang sangat banyak ! Bahkan kadang kala kita dibuat ragu untuk melangkah.

Pada dasarnya untuk menghadapi peperangan itu setiap orang memiliki caranya tersendiri, termasuk aku. Mereka akan menggunakan metode mereka sendiri. Dan bagiku, untuk menghadapi ini semua hal pertama yang harus aku lakukan adalah niatlah yang baik , ubah main set bahwa aku bisa menghadapi dan aku akan keluar menjadi pemenang!

Jadi positif thinking harus selalu mengawaliku agar aku dapat mengeluarkan aura positif dalam diriku.Tidak ada gunanya apabila aku hanya berdiam diri dan berniat jika aku tidak berani untuk bertindak. Setelah niat dan aura positif yang aku keluarkan, maka saatnya aku mengatur strategi untuk mengalahkan kertas-kertas itu! Aku harus menyusun rencana. Kapan aku harus mulai mempersiapkan bekalku? Bagaimana aku mengemas bekal-bekal itu? Yah, setelah aku mendapatkan jawabannya, aku harus melakukan hal yang lebih berarti ! Aku siapkan bekalku dan berkemas. Hal yang tak kalah pentingnya adalah berdo'a dan istirahat yang cukup. Berdo'a memohon keselamatan, selamat ketika aku menuju medan perang, berdo'a memohon dimudahkan dalam melawan kertas-kertas itu, memohon diberi petunjuk, dipermudah, diberi ketelitian dan keberuntungan! teliti adalah hal vital yang sangat rawan,bahkan ketika aku menerima tantangan kertas-kertas itu kemudian aku harus mengaku siapa diriku, mengakui bahwa namaku : TRI KARTIKA DEWI. kelas : XI IPS 2 nomor absen : 29. Mereka harus mengenaliku, karena aku tidak ingin keluar sebagai pecundang yang tidak jelas siapa atau keluar sebagai pemenang yang misterius. Maka aku harus mengisikan dengan benar siapa aku yang berani menerima tantangan kertas-kertas itu !

Peperangan ini bukanlah 1 lawan 5. tapi 1 lawan 1. semua pejuang harus berjuang untuk mengalahkan kertas yang mereka hadapi. Berusahalah keluar sebagai pemenang dengan cara yang benar! Kesetiakawanan memang perlu, namun itu disaat sebelum berperang, setia kawan dalam artian mau berbagi, belajar bersama. Apabila dalam perang masih diterapkan konsep berbagi, bukan 1 lawan 1 namanya, bisa berubah menjadi 1 kertas dilawan 3 orang. So guys, jaga kejujuranmu! jangan keluar sebagai pemenang tapi kamu curang terhadap kertas itu!

Inilah contoh nyata perbekalanku sebelum perang :
- Bekal sosiologi udah beres !
- Bekal  ekonomi kurang 5%
- Untuk sejarah masih harus disiapkan lagi karena perbekalanku dicuri 
- Geografi masih kurang 50%
Selebihnya masih dalam proses pengumpulan perbekalan





sedangkan tanggungan yang masih harus aku selesaikan sebelum aku berangkat berperang :
- KARYA TULIS, meskipun kurang melengkapi bab II dan simpulan tapi ya ituk, niat itu belum terbentuk !

Buat blogwalker yang kurang mengerti pemisalanku ini, aku beri sedikit pencerahan kosa kata :
bekal = persiapan tes, belajar
kertas = soal-soal tes
pejuang = pelajar
perang = tes semester genap :P

No comments: