30 April, 2012

Minggu pagi, 22 April 2012. Kami (aku dan teman-teman osis 11/12) bersiap melakukan ritual tahunan kami yaitu touring dan bersilaturahmi ke rumah salah satu 11/12. Hal gila yang selalu aku lakukan adalah berangkat mepet. Tapi pagi itu aku bukan hanya mepet tapi telat hampir 45 menit dari kesepakatan. hahaha, *ya maaf :p

sayang sekali yah, dek ifa ngga ikut karena sakit dan dek tiko ngga mau ikut -_____- *nyesel dek!
nama air terjun ini grenjengan kembar, di daerah pakis, kab. magelang. recomended buat dikunjungi, gratis pula! sayang ngga ada yang jual makanan atau nyewain homestay disini. tapi perfect banget!

Touring pagi itu diawali dari SMA Negeri 1 Magelang, lalu menuju rumah si kembar mima-kezia lalu berlanjut ke daerah pakis. 24 orang beriringan menuju satu tujuan. Ya.. rumah dek imam :) berada di kaki gunung merbabu. Hal yang aku lakukan sepanjang perjalanan adalah menyalakan pocket kameraku dan mengambil foto-foto yang menurutku kelak akan menjadi cerita bagi anak-cucuku :D

Karena terlalu lama hidup di kota kecil dan sibuk dengan duniaku yang padat, saat tiba di rumah dek imam, aku sangat terkesan. cakep banget bro! andai saja aku punya villa disana ! udaranya segar. begitu keluar dari halaman, sudah nampak puncak gunung merapi dan hanya dalam hitungan beberapa lagkah kamu bisa mencapai gunung merbabu. amazing!

meaningful photo of me. walking alone by my self for a  goal !
esensi yang bisa aku ambil dari kegiatan ini bukanlah 'mensyukuri karunia tuhan' itu sudah wajar. tapi dari kegiatan ini aku bisa mengambil pelajaran mengenai kebersamaan. saat kami berjalan beriringan, kami tidak boleh meninggalkan satu orang pun. Kalaupun dia terpaksa tertinggal, maka aku sebagai orang yang tahu dan paling dekat harus memberikan petunjuk arah. Banyak esensi yang bisa diambil. Mengenai 'menghargai' terkadang seseorang tidak sadar, kalau sebenarnya orang dihadapannya hanya butuh sebuah senyuman dan sapaan agar ia merasa dihargai atau dianggap. yahh itu beberapa esensi dari touring 11/12.

Ini dia beberapa cuplikan memori kami :
karena rem belakangnya haryo eror, kita ngadem dulu di depan sebuah pabrik kertas :)















pemandangan yang kami dapat selama perjalanan, tapi bukan gunung merapi itu tujuan kami 




Tuh, pemandanganya cakep kan ? jalannya bagus. sepi  pula dan ngga ada lampu merah


11/12 rosyid - juju
11/12 apip - sasa


11/12 tinon - dhanang



























Ini dia beberapa riders :D
Yuk nilai style mereka !

-Rosyid : jeans, jacket, full face helmet, ransel! great ! style kamu pas banget dikatakan style buat touring :) mungkin sama kaos tangan udah perfect!

-Juju :  jeans, jacket, helmet, ransel!  
Cakep banget! udah pas lah

-Apip :  jeans, jacket, helmet, ransel, kaos tangan, slayer !  PERFECT bro! riders sejati lah!

-Sasa : celana pendek, jacket, helmet, ransel 
I love you when you were in pink! cantik!

-tinon :   jeans, jacket, helmet, ransel!  
Gue suka gaya low ! black is not bad!

-dhanang :  jeans, jacket, helmet, ransel!  
mantap bero. lulus uji style touring lah :)














11/12 :)

28 March, 2012

Kadang, aku berpikir, 'Dimana aku bisa hidup nyaman?'

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 
. . . . . . . . . . . . . . . . . . .  . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 
. . . . . . . . . . . . . . . . . . .  . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 
. . . . . . . . . . . . . . . . . . .  . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 


Sebuah pertanyaan bodoh yang harusnya tidak aku ucapkan. Karena harusnya aku menyadari. Tempat yang selama ini kucari adalah rumahku sendiri. Beruntungnya diriku, bisa memiliki lebih dari satu rumah. Meskipun bukanlah rumah secara nyata (di dalam gua, hahaha, we call it as GO). 

Rumah pertama, adalah rumahku yang sebenarnya (dalam kehidupan nyata senyata-nyatanya). Rumah dimana aku tumbuh. Disini adalah tempat pertama kali aku menapakan kaki di dunia ini. Banyak memori di rumah kecil di tengah-tengah perkampungan yang padat. bekas-bekas luka jadi bukti bahwa rumahku memang tempat memorable, contohnya adalah bekas luka di alis sebelah kanan yang aku dapat saat aku belajar merangkak. Kata ibu, luka ini aku dapat karena aku menabrak meja. Lucu memang. sebuah luka kecil namun penuh makna.

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 
. . . . . . . . . . . . . . . . . . .  . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 
Di rumah ini aku pernah mengalami berbagai suasana, berbagai fase. Aku pernah bahkan sering diajarkan rasanya 'sendirian' seperti tidak ada mahluk lain di bumi ini. Membisu , Membatu. Tapi di dalam pikiranku, aku terus berjalan. Aku sangat merindukan bapak, ibu, kakakku yang berisik, kakakku yang menyebalkan, gosipan kakak iparku, Teriakan nenek dan juga senyum manis keponakanku tersayang. Ahhh, andaikan aku bisa mendapatkan satu hari dalam hidupku, dimana kami berkumpul bersama, melakukan hal-hal menyenangkan bersama. Sayangnya, sampai saat ini hari yang kutunggu tak kunjung tiba. Tapi aku tidak berputus asa. Kami semua memang sibuk dengan dunia kami sendiri. Tapi, kami selalu berjuang bukan untuk diri sendiri. Aku harap suatu saat nanti mereka tahu, betapa aku menyayangi mereka. Meskipun terkadang aku kukuh dengan keegoisan dan kelabilanku. Tapi mereka harus percaya, aku selalu berusaha mendengarkan kata-kata mereka. Aku selalu berusaha menjadi yang terbaik untuk mereka. Yah, begitulah keluarga. Tenang dan jauh, tapi aku yakin kami saling merindu.

Berbicara mengenai sudut-sudut penuh memori di rumah mungilku, saat ini tempat yang paling nyaman adalah kamarku. Disini aku bebas melakukan apapun, bermimpi apapun, berangan apapun. Hal bodoh yang selalu ku lakukan saat aku masih sangat labil adalah mengunci rapat pintu kamarku sambil menangis ketika aku sangat lelah namun tidak ada yang memperdulikanku. Yah, aku sendiri heran dengan diriku, kenapa aku tidak berkeluh kesah saja? Malah mengunci diri. Itulah fase alay nan labilku. Barangkali kini aku sudah naik satu fase. Menjadi seorang ababil. Tempat yang tak kalah menyenangkan adalah kamar ibu. Saat aku sakit atau sedang tidak tenang, aku ingin berada di dekat ibu. Tidur disampingnya dan berharap mendapat pelukan hangat darinya. Di kamar itu, banyak gosip dan cerita yang sering kuselipkan ketika aku merindukan ibu. How sweet :)

Aku tidak pernah berharap jika suatu hari nanti rumah ini dijual untuk mendapatkan yang lebih baik. Aku tahu, suatu hari nanti aku akan meninggalkan ruangan-ruangan di rumah mungil ini. Namun, rumah ini terlalu banyak merekam hidupku. Banyak hal indah bahkan menyedihkan yang telah disaksikan rumah ini. Meskipun suatu hari nanti, rumah ini akan menjadi rumah yang paling jelek di kota ini. Namun aku tidak akan pernah rela jika rumah ini dipindahtangankan kepada orang lain. Rumahku adalah tempat paling indah.

My sweet home, sweet family. Happy to be here. One day, I'll miss you badly!

30 October, 2011

Oktober, I really love you!
Oktober memang jadi bulan terdasyat di tahun 2011 ini, (setidaknya sampai bulan ini). Bagaimana bisa, aku disibukan dari awal bulan hingga akhir bulan. Gila! Sejuta kesibukan menghampiriku. mulai dari LDKS OSIS, MID SEMESETER yang cukup memuakan, jadi KOORDIATOR LOMBA yang diselenggarakan mahamentor, PROKER OSIS yang BANYAK, Ikut SEMINAR, Latihan PADUAN SUARA yang PADAT, BIMBINGAN lomba akuntansi. Joss banget ya!
Eitss, aku harus konsisten! Dilarang mengeluh. Jujur aja, aku memang merasa sedikit kewalahan menghadapi jadwal yang super padat. Tapi aku memang sudah berkomitmen, sepadat apapun jadwalku. Itu adalah keputusan yang sudah aku ambil. Aku tidak mungkin berhenti, Lalu keluar sebagai pecundang. Ini semua adalah tantangan yang harus aku selesaikan. Aku yakin, Apabila aku dapat menjalani semua ini, akan ada dampak positif bagi diriku.


Upps, Sekolahku nyaris kacau! Predikat juara kelas membuatku sedikit meremehkan sekolahku. Aku sering membolos demi kesibukanku. Bahkan membolos ilegal hanya untuk membuat surat-surat. Oh man!
Untungnya, sekarang sudah tanggal 30 Oktober 2011. Ini saatnya aku membuat hidupku normal kembali! Saatnya belajar lagi, istirahat lagi, membaca novel lagi, nongkrong lagi. Menjalankan semua aktivitasku seperti dulu. Meskipun aku akan mengikuti lomba akuntansi tanggal 13 November nanti. Aku harus tetap beraktivitas secara seimbang! Tetap belajar pelajaran lain. Tetap main. Semangat Tika!
Aku janji, aku akan memberikan yang terbaik untuk sekolah, keluarga dan teman-teman.

Aku sayang kalian :*